Untuk Anak Perempuanku

Image result for ibu dan anak indonesia kartun

Anakku, izinkan ibu berpesan beberapa hal kepadamu. Mungkin pesan ini akan sedikit panjang. Kau bisa duduk atau sembari “nyambi” meneruskan pekerjaan yang sedang kau lakukan. Ibu tahu mahasiswa itu sibuk, dikejar deadline tugas, event, organisasi ke sana ke mari. Ibu tidak mau kalau tulisan ini mengganggu rutinitas yang sedang kau jalani saat ini. Ibu paham itu. Dulu ibu juga pernah mengalami masa-masa sepertimu. Masa mencari teman, jati diri dan pengalaman. Mumpung masih muda katanya.

Pesan Pertama

Anakku, dunia ini keras. Jangan berusaha menakhlukkannya, tetapi berusahalah berkawan dan beradaptasi dengannya. Agar mampu beradaptasi dengan dunia yang keras ini, kau harus menjadi perempuan yang kuat dan mandiri. Jangan bergantung kepada orang lain. Jangan terlalu percaya dan berharap kepada orang lain. Ketergantungan terhadap suatu hal akan menjadikanmu lemah, Nak. Bergantunglah hanya kepada Rabbmu. Ingatlah nasihat sayyidina Ali radiyallahu’anhu yang pernah berkata:

aku sudah pernah merasakan kepahitan hidup, dan yang paling pahit adalah berharap kepada manusia.” (Ali Bin Abi Thalib)

Pesan Kedua

Anakku, jadilah perempuan yang memiliki prinsip dan berpegang teguh kepada pendirian jika memang kau yakin itu benar. Berpegang teguh kepada prinsip akan membuatmu tidak mudah terombang-ambing oleh berbagai macam opini yang kau dengar dari sana sini. Tetapi jangan samakan hal ini dengan sifat keras kepala. Berusahalah terbuka atas segala masukan. Berpegang teguh kepada prinsip yang kau anggap benar bukan berarti mengabaikan saran atau pendapat dari orang lain, melainkan menyaring kemudian menjadi tugasmu untuk menyesuaikan berbagai masukan. Kau ingat kisah ibunda Khadijah radiyallahu’anha? Dalam kisah hidup Khadijah yang ditulis oleh Sibel Eraslan, tergambar jelas betapa Khadijah sangat memegang teguh pendiriannya untuk senantiasa berada di samping rasullulah SAW hingga akhir hayatnya, di saat orang lain bahkan tak sudi menatap wajah beliau Muhammad SAW .

Suatu hari, mata Rasullullah berkaca-kaca seraya bersabda kepada para sahabat yang ada di sekitarnya. “Allah tidak pernah memberikanku wanita yang lebih mulia daripada Khadijah. Di saat manusia tidak percaya, dia sendiri yang percaya. Ketika semua orang mendustakan diriku, dia sendiri yang menerimaku. Ketika manusia berlarian dariku, ia mendukungku, baik ketika ada maupun tiada… dan Allah mengaruniaiku putra-putri bukan dari yang lain, melainkan darinya.” (Kutipan Buku Sibel Eraslan : Khadijah)

Pesan Ketiga

Anakku, kau akan menemui berbagai karakter manusia. Ada yang tulus menyayangimu, ada pula yang bermuka dua. Ketika kau sedang dirundung masalah misalnya. Di antara puluhan bahkan ratusan teman yang kau miliki, hanya sedikit yang benar-benar peduli. Kebanyakan dari mereka sebatas hanya ingin tahu akan masalahmu saja. Tidak lebih. Ibu tidak mengajarimu untuk berprasangka buruk terhadap orang lain. Ibu hanya ingin kau lebih berhati-hati dalam memilih teman. Bahkan menurut kakek Adam Smith tidak ada yang namanya ketulusan di dunia ini. Segala yang dilakukan seseorang semata-mata hanyalah untuk kepentingan diri mereka sendiri. Dalam bukunya yang berjudul the wealth of nature ia berkata ” It is not out of the benevolence of the butcher, the bewer, or the baker, that we expect our dinner, but from their regard to their own interest”.
Tetapi, Nak. Pesan ibu khusus untukmu, apabila orang-orang sudah tidak percaya pada adanya ketulusan dan kebaikan, maka jadikan dirimu sebagai bukti bahwa masih ada orang tulus dan baik hati di dunia ini. Buktikan bahwa teori Adam Smith itu SALAH!

Sumber Gambar : https://kantormeme.blogspot.com/2018/03/gambar-kartun-muslimah-ibu-dan-anak.html

Posted on November 23, 2018 at 8:51 am by luthfi.nurlita.h · Permalink
In: Uncategorized

Leave a Reply